Alur Cerita Film Romantis Indonesia Zaman Kolonial : Bumi Manusia

Alur Cerita Film Romantis Indonesia Zaman Kolonial : Bumi Manusia – Film Bumi Manusia merupakan adaptasi novel karya Pramoedya Ananta Toer berjudul sama.

Digarap Hanung Bramantyo bersama rumah produksi Falcon Pictures, film Bumi Manusia pertama kali rilis di bioskop pada 15 Agustus 2019.Kini film Bumi Manusia dapat disaksikan secara legal melalui Klik Film dan Netflix.

Film Bumi Manusia mengisahkan pemuda Jawa bernama Minke yang belajar di sekolah untuk orang-orang Eropa, HBS. Orang-orang Indonesia yang boleh bersekolah di HBS hanya dari kalangan ningrat atau pejabat.

Minke sebenarnya bukan nama asli. Ia mendapat julukan Minke yang merupakan plesetan dari kata monkey yang berarti monyet. Nama asli Minke sendiri adalah Tirto Adhi Soerjo.

Minke jatuh hati pada Annelies yang merupakan anak Nyai Ontosoroh. Namun Nyai Ontosoroh berstatus sebagai istri simpanan orang Belanda, Mellema. Kedudukan Nyai Ontosoroh tersebut dipandang rendah, bahkan kala itu disamakan dengan hewan peliharaan.

Di sisi lain, pertemuan dengan Nyai Ontosoroh justru membuka pandangan Minke tentang dunia Eropa. Nyai Ontosoroh memperlihatkan perlawanan terhadap penindasan yang membuat Minke kagum.

Perlawanan Nyai Ontosoroh mulai terlihat saat status pengasuhan Annelies digugat pengadilan kolonial. Hubungan Minke dan Annelies juga mendapat penolakan dari berbagai pihak. Salah satunya ayah Minke yang merupakan seorang bupati. Minke dan Annelies pun harus berhadapan dengan hukum bangsa kolonial saat memperjuangkan cinta mereka.

Hanung Bramantyo sebagai sutradara Bumi Manusia mengaku ingin menghidupkan nama sastrawan Pramoedya Ananta Toer di tengah generasi muda. Sebab tak banyak anak muda zaman sekarang yang membaca novel atau mengenal Pramoedya Ananta Toer.

Lewat film Bumi Manusia, penonton diharapkan dapat meneladani Nyai Ontosoroh dalam memperjuangkan keadilan. Penonton juga bisa membayangkan latar tempat maupun waktu di zaman kolonial. Bisa sambil belajar sejarah, bukan?

Kisah cinta Minke dan Annelies juga dinilai berbeda dari film-film romantis lain. Meski terkesan berat, film Bumi Manusia sebenarnya mudah dipahami dan dapat dinikmati penonton di atas usia 17 tahun.

Pro Kontra Pemeran Film Bumi Manusia

Saat Iqbaal Ramadhan pertama kali diumumkan sebagai pemeran Minke, banyak pembaca novel Pramoedya Ananta Toer menyatakan penolakan. Sebab kala itu, Iqbaal lekat dengan imej Dilan yang dinilai jauh dari sosok Minke dalam novel Bumi Manusia.

Bahkan sebelum film dibuat, ada sebuah petisi untuk menolak Iqbaal sebagai pemeran Minke. Pemilihan Iqbaal dinilai hanya untuk mendongkrak jumlah penonton mengingat kesuksesan film Dilan.

Namun Hanung Bramantyo tak bergeming. Suami Zaskia Adya Mecca tersebut merasa Iqbaal adalah aktor yang sesuai untuk memerankan Minke. Apalagi usia tokoh Minke dan Iqbaal tak berbeda jauh.

Selain Iqbaal, pemilihan Bryan Domani sebagai tokoh Jan Dapperste alias Panji Darman dalam film Bumi Manusia juga menimbulkan pertanyaan. Tokoh Jan Dapperste yang digambarkan sebagai pemuda Jawa bakal diperankan Bryan yang merupakan keturunan Jerman-Indonesia.

Hanung beralasan ada pesan moril di balik pemilihan Bryan Domani sebagai Jan Dapperste. Pesan moril yang dimaksud Hanung ialah agar pemuda Indonesia tidak malu menunjukkan identitas dirinya dan tak perlu bergaya kebarat-baratan.

Kendati penuh pro kontra, film Bumi Manusia nyatanya diterima baik penonton Indonesia. Bumi Manusia berhasil masuk dalam jajaran film Indonesia yang ditonton lebih dari 1 juta penonton saat tayang di bioskop pada 2019.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *